Sekjen PBB Sebut Israel Lakukan Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Gaza

Sekjen PBB Sebut Israel Lakukan Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Gaza

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sampaikan lagi tuntutannya untuk gencatan senjata di Gaza dan menjelaskan jika hukum internasional sudah dilanggar dalam perang di antara Hamas dan Israel.
Israel sudah membombardir Lajur Gaza yang dikepung tiada henti semenjak 7 Oktober, saat Hamas memperlancar gempuran tiba-tiba ke Israel selatan, tewaskan minimal 1.400 orang menurut faksi berkuasa Israel.

Sesudah gempuran itu, Israel memutuskan suplai air, makanan, bahan bakar, dan listrik ke 2,tiga juta warga di Gaza, sebuah perlakuan yang oleh PBB dikatakan sebagai bentuk hukuman kelompok. Zionis memperlancar gempuran ke daerah itu, tewaskan minimal 5.791 orang, menurut faksi berkuasa di Gaza, yang diperintah oleh Hamas.

Lebih satu juta orang mau tak mau pindah karena Israel memerintah masyarakat Gaza utara untuk pindah ke arah selatan, tetapi gempuran udara Israel jadi berlanjut di semua daerah itu.

Bicara di depan Dewan Keamanan PBB yang dengan anggota 15 orang pada Selasa, (24/10/2023) Guterres meminta supaya masyarakat sipil suaramedia.com diproteksi dan mengingatkan jika pertarungan itu beresiko memunculkan perselisihan lebih besar di daerah itu. “Juga penting untuk mengetahui jika gempuran Hamas tidak ada di di dalam ruangan hampa. Masyarakat Palestina sudah jadi target wargaan yang memengapkan sepanjang 56 tahun,” kata Guterres seperti dikutip Al Jazeera.

“Tapi keluh kesah masyarakat Palestina tidak dapat benarkan gempuran menakutkan yang sudah dilakukan Hamas. Dan beberapa serangan menakutkan itu tidak dapat benarkan hukuman kelompok pada masyarakat Palestina,” ucapnya.

Guterres mengomentari Israel, tanpa mengatakan namanya, dengan menjelaskan “membuat perlindungan masyarakat sipil tak berarti memerintah lebih satu juta orang untuk pindah ke arah selatan, di mana tidak tersedia tempat berlindung, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada beberapa obat dan tidak ada bahan bakar, dan terus lakukan pengeboman. sisi selatan tersebut.”

Komentar Sekretaris Jenderal itu memacu amarah Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan, yang menyebutkan pidato itu “mengagetkan”.

“Pengakuannya jika ‘serangan Hamas tidak ada di di dalam ruangan hampa’ mengutarakan pengetahuannya pada terorisme dan pembunuhan,” kata Erdan dalam posting di X, yang pernah dikenali sebagai Twitter. “Benar-benar memilukan jika pimpinan sebuah organisasi yang ada sesudah Holocaust memiliki pandangan yang demikian jelek.”

Dalam pidatonya, Guterres menyebutkan gempuran Hamas “menakutkan dan tidak pernah terjadi awalnya” dan menuntut pembebasan kira-kira 200 orang yang diamankan dan ditahan oleh Hamas.

Awalnya, tubuh-badan PBB meminta supaya kontribusi genting dibolehkan masuk ke dalam Gaza tanpa kendala, dan menjelaskan jika kontribusi yang diperlukan saat ini lebih dari 20 kali lipat.

Sebagian kecil sumbangan kemanusiaan sudah masuk Gaza semenjak Sabtu dari faksi Mesir, tetapi Guterres menyebutkan kontribusi terbatas itu sebagai “setetes kontribusi di lautan keperluan”.

コメント

タイトルとURLをコピーしました